Ujian Tidak Hanya Satu Masalah

Hai……

Kali ini aku mau ngelanjutin cerita yang kemarin.

Oke, Begini nih, setelah masalah dari administrasi yang mengancam keberadaanku di India terselesaikan, ada satu lagi nih yang mengancam keberadaanku di India, yaitu FRRO.

Bagi yang belum tahu apa itu FRRO, bias googling sendiri ya…. ūüėÄ

oke, masalah sama FRRO ini tidak sekedar dipulangkan, namun juga tidak diperkenankan kembali ke India, alias diblacklist…..

oke, jadi pada Chapter FRRO ini, ada beberapa permasalahan lagi, seperti Form-C alias surat keterangan kita tinggal di suatu tempat di India.

Form-C adalah salah satu syarat untuk melengkapi FRRO. Aku baru dapat Form-C ini pas hari terakhir untuk menyerahkan semua persyaratan FRRO.

Pada akhirnya, aku dan beberapa teman, terlambat untuk memenuhi pernyaratan untuk FRRO.

Yang artinya, kami sudah resmi menjadi penjahat internasional.

Oleh karena itu, aku dan teman-teman seperjuangan yang lain diminta pergi ke salah satu kantor polisi bagian Foreigner Registration.

Ini nih, bagian yang sangat menegangkan, kami di interogasi.

Wah, rasanya sudah seperti penjahat internasional. Rasanya tuh keren bercampur gugup dan takut.

Mereka mengancam akan mencabut Paspor dan Visa kami. Bukan hanya itu, mereka juga mengancam akan mendeportasi kami dan kami akan diblacklist alias tidak boleh lagi mengunjungi India apapun alasannya.

Disanalah aku segera merubah raut wajah dan mengatakan “Yes sir, ok sir, no sir, ya I did wrong”.

Rasanya sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Kapan-kapan aku ingin menyusun cerita Panjang tentang ini.

Sepertinya yang ini gak terlalu Panjang, soalnya aku masih harus mengejar materi yang tertinggal. Oh iya, sebenarnya apa yang sudah dipelajari di jurusan MIPA, disini akan diulang lagi dan ditambah beberapa materi tingkat Advenced. Jadi jangan lupa belajar dan menghafal pelajaran ya….

Oke, kita lanjut lagi….

Setelah beberapa jam setelah itu, aku dan teman-teman yang lain mendapat surel dari FRRO, yang berisi tentang berapa denda yang harus kami bayar.

Good….. masing-masing dari kami harus membayar 5000 rupees atau sekitar 1 juta-an rupiah.

rasanya sungguh mengecewakan.

Keterlambatan bukanlah hal baik jika itu hanya mendatangkan mudlarat bagimu dan bagi orang-orang yang disekitarmu.

Harzall

Rasanya mendengar 5000 rupee itu sedikit, padahal sebenarnya udah banyak banget.

Rasanya mending dideportasi aja dah….

Tapi tanggung juga sih, kalua pulang gak bawa apa-apa, bukan cuma aku yang malu….. bener gak ?

yah, sebenarnya bukan hanya ini yang mau aku ceritain, masih suangat buanyak hal mau aku ceritain. Terutama bagian yang menyenangkannya.

Namun, setelah dipikir-pikir, bagian yang menyenangkannya aku ceritain lewat CerBung aja ya, biar lebih menarik ya kan ?

Tahu gak, sebenarnya aku tuh pengen banget nyeritain bagian yang menyenagkan dari belajar diluar negeri, termasuk keuntungan-keuntungannya. Tetapi di sisi lain, aku mau ceritain bagian yang gak enaknya terlebih dahulu. Supaya kita gak cuma ngerasain enaknya, tapi juga pahitnya.

Aku yakin para pembaca mulai kelelahan nih….

Ya sudah, tunggu bagian selanjutnya ya….

Bagian menyenangkannya bakal aku mulai secepatnya‚Ķ. bai bai…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *