Hidup Di Pesantren

Hi Sobat Har !

Apa yang kalian pikirkan jika mendengar kata PESANTREN ?

Tempat yang tertutup dan kudet ?

atau tempat yang paling utama jika ingin belajar tentang ilmu agama ?

atau mungkin tempat yang seperti kandang dan orang yang ada disana seperti di kekang habis-habisan ?

Semua pendapat orang tentang pesantren tidak dapat disalahkan. Tergantung kepada orang yang berada di lingkungan pesantren tersebut. Terkadang ada yang masuk pesantren dalam keadaan terpaksa dan ada yang ikhlas 100%. Tentunya yang akan lebih cepat betah atau kerasan adalah yang ikhlas menyerahkan dirinya untuk hidup di pesantren.

Jadi yang dapat menentukan apa itu pesantren adalah orang yang pernah hidup di pesantren atau istilahnya mondok. Dan output setiap pesantren di Indonesia tentu berbeda-beda. Ada pesantren yang menghasilkan para penghapal al-Qur’an, seperti Darul Qur’an. Ada juga pesantren yang menghasilkan politikus handal, teknisi, ahli kitab(bukan ahli kitab seperti yang ada di qur’an) salaf, dan masih banyak jenis output dari berbagai pesantren di Indonesia.

Setiap pesantren memiliki latar atau bermanhaj berbeda-beda. Ada yang modern, ada yang salaf, dan ada salaf modern.

Apa sih pesantren salaf itu…?

jika belum pernah mondok , maklum jika istilah ini terasa asing di mata dan telinga kita. Sebenarnya kata salaf ini sangat familiar dengan pondok yang lebih mengutamakan pengajian kitab kuning. Ada lumayan banyak pesantren yang mengutamakan pengajian kitab kuning di Indonesia, salah satunya Pesantren “Al-Furqon Al-Islami” di Gresik,Jawa Timur. Banyak keuntungan dari mondok di pesantren salafi,  seperti ilmu tentang agama sangat kental dikaji di pondok ini.

Adapun pondok yang setengah salaf dan setengah modern, seperti pondok yang saya tempati sekarang ” Darul Ulum” di Jombang,Jawa Timur. Pengajian kitab dan ilmu yang lain disetarakan. DI pondok ini santrinya gak bakal kudet atau kurang update, karena di pondok yang seperti ini kita masih bisa menemukan internet (keren kan :D).
Ilmu formal dan non-formalnya seimbang, jadi gak usah takut kalau masuk pesantren gak bisa lanjut ke jenjang yang tinggi.

Keistimewaan pesantren di mata santri itu hanya ada pada barokah sang kiyai. Tanpa barokah, santri sepintar dan sepandai apapun gak bakal sukses melebihi santri yang barokahnya Guede (besar). Yang penting di pondok pesantren itu harus berakhlak mulia agar para kiyai, asatidz, para guru memberikan barokahnya kepada santrinya.

jadi rek, lek awakmu gelem mondok yo mondok’o. ojo di tunda-tunda. opo maneh awak dewe ni urip nang akhir zaman. angel golek wong kang paham ilmu agomo sak iki. beruntung sing awak mu sak iki mondok, ojo di sia-sia no.

ada lagi yang paling penting, yaitu ISTIQOMAH , kata para kiyai, istiqomah itu lebih baik dari seribu karomah.

Jadi, jika sobat Har sudah mendapat hidayah mondok, ayo mondok gak usah di tunda-tunda lagi. Aku ajak kalian semua, sobat Har , untuk mondok. Mondok ke pesantrenku loh….. uueenaakk pol… pondok pesantren Darul Ulum Jombang.

hehe…. malah promosi…..

yo wes gak popo….ayo rek mondok….!!!!!!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *