Chapter 1 : Dengan Bismillah

Warna merahnya belum hilang dari pandangan mata. Suara adzan terdengar bersahut-sahutan. Orang-orang mulai mengerjakan kewajibannya. Langkah kaki yang terdengar serentak, wajah yang bersinar, percakapan sambil berjalan. Setiap orang berjalan pada barisannya, berpasangan, berkelompok.

Hmm….

Ratusan tahun hal itu menghilang. Menyedihkan rasanya, bila kamu berjalan sendirian diluar sana. dengan senapan di punggung. Tempat ini sudah menjadi medan perang selama puluhan tahun. Kami bahagia bisa merasakan kedamaian yang jarang sekali didapatkan. Kami berharap ini akan terus berlangsung. Awet sampai hari kiamat.

Hmm…

Tapi, sepertinya itu mustahil.Medan perang tetaplah medan perang. Entah apa yang akan terjadi pada kami satu atau dua jam lagi. Beberapa jam yang lalu. Aku ingat tempat ini masih diselimuti oleh mayat. Sampai kami berpikir, Perang tidak akan usai.

Hmm…

Walaupun begitu, aku ingat kapan orang-orang pernah merayakan Kemerdekaan. Walaupun itu hanyalah khayalan.

Hmm…

Itu bukan khayalan. Itu semua nyata !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *