Chapter 1 : Dengan Bismillah

Warna merahnya belum hilang dari pandangan mata. Suara adzan terdengar bersahut-sahutan. Orang-orang mulai mengerjakan kewajibannya. Langkah kaki yang terdengar serentak, wajah yang bersinar, percakapan sambil berjalan. Setiap orang berjalan pada barisannya, berpasangan, berkelompok. Hmm.... Ratusan tahun hal itu menghilang. Menyedihkan rasanya, bila kamu berjalan sendirian diluar sana. dengan senapan di punggung. Tempat ini sudah menjadi … Continue reading Chapter 1 : Dengan Bismillah

Prolog

Delapan tahun yang lalu. Matahari begitu menyengat siang ini. Mengingat hari ini adalah ulang tahun adik angkatanku, semuanya terasa lebih sejuk. Tapi tidak semua bagian diriku yang merasakan hal itu. Kepalaku masih berdenyut."Apa yang akan aku berikan padanya ?"gumamku. Aku berjalan menyusuri kota. Kota kecil Bernama Lua. Kota miskin yang dipimpin oleh wali kota yang … Continue reading Prolog